cerita mesum

Bercinta Dengan Mantan Pacar

PDAM di Kota Malang, umurku dikala ini 24 th, & saya baru punyai cewek yang sedang kuliah usianya lebih belia dari saya, butuh ketahuan saya telah naksir beliau dari kelas 2 SMA, namanya Yuyun tp dari ortunya tdk setuju seandainya beliau berpacaran dgnku.

Oh.. iya, narasi seks terkini yang bakal kuceritakan ini kira-kira berjalan kepada bln Agustus 2015, diwaktu itu saya
sedang bermain ke rumahnya yang berada jauh dari kotaku, Malang, dikarenakan ruang Yuyun ada di Surabaya. Sesudah menempuh perjalanan selagi 2 jam, Saya
pula hingga di rumahnya. Saya serentak ketuk pintu rumahnya.
“Permisi.. Yuyun.. ada?”, ucapku kepada orang tuanya.
Setelah Itu mereka memanggil namanya, tidak lama selanjutnya Yuyun serta muncul dengan baju yang pass seksi, bersama mesra Yuyun menyambutku dengan
memeluk & menciumku!
“Hai.. baru nyampe yah”, ucapnya.
“Iya.. nih”, jawabku.
Saya juga seterusnya masuk ke rumahnya, disana cuma ada nenek juga adik-adiknya saja kerena ibunya berada di Jakarta.
Singkat narasi sesudah ngobrol-ngobrol, Yuyun mengajakku berangkat nonton ke bioskop 21 Surabaya. Saya cuma tersenyum menuruti kemauannya.
Cerita Mesum Bercinta Dengan Mantan Pacar – Dalam perjalanan Yuyun selalu bergayut mesra di tanganku bahkan kadang-kadang Yuyun menciumku tidak dengan
rasa risih sedikitpun. Jam 15.30 kami telah hingga di bioskop yang kami tuju dulu kami memesan karcis & sengaja pilih ruang paling pojok atas.
“Biar lebih enak”, jelasnya.

1 jam area theater juga di buka tanda pertunjukan dapat serta-merta dimulai, saya & diapun langsung masuk menuju ke kursi paling pojok atas, saling bergandgn.
Meskipun baru masuk & lampu masihlah jelas, Yuyun telah terlihat demikian bernafsu.

Itu kelihatan dari sorot mata & aksi Yuyun yang tidak jarang “nyosor” menciumku. Kala film dimulai sehingga lampupun dipadamkan maka petualanganpun kami dimulai.
Dalam keremangan kulihat Yuyun tersenyum manis terhadapku dulu dirinya berbisik padaku,
“Say.. Saya cinta anda.. peluk saya dong say..”.
Cerita Mesum Bercinta Dengan Mantan Pacar – Akupun bersama tersenyum segera merengguh Yuyun dalam pelukanku, entah siapa yang mengawali bibir kamipun
telah berjumpa & melaksanakan French kiss, sungguh indah & nikmat berciuman denganya. Yuyun demikian pandai memainkan lidahnya.. kamipun mulai sejak saling
julur lidah & saling melumat tidak terasa desah IndaHPun mulai sejak kudengar dari mulut Yuyun
“Mmpphhhh..”, Yuyun melenguh pelan.
Serentak bibirnya kulumat dengan panas. Lidahku menyusup ke dalam mulutnya yang agak terbuka, mengais-ngais lidah & rongga mulutnya. Mulutnya sejak mulai
bereaksi membalas lumatanku.. pass lama lidahku main dalam mulutnya.
Tanganku yang mengelusi lehernya mulai sejak turun menyusuri leher ke bawah menuju buah dadanya. Dari luar pakainnya, tanganku menggapai.. meraba dada
kanannya dulu dada kririnya. Perlahan tanganku mulai sejak meremas lembut buah dada tersebut.
“Mmhhhh.. hhhh..”, Yuyun kembali melenguh pelan.
Sementara mulut & lidahku kembali menyerang dengan ganasnya. Tanganku mulai sejak menarik lepas ujung bawah pakainnya dari dalam celana & menyusup masuk.
Kusentuh lansung perutnya yang halus tetap ke atas menuju dada kanan.
Tanganku kembali meremas-remas dada dari luar beha. Sementara itu diatas Yuyun bersama panas mengimbangi kulumanku. Lidahnya tidak ingin kalah menyelusup
ke dalam mulutku. Lidah kami saling membelit bersama mulut menghisap kuat.
Tanganku bergerak lakukan belain mesra terhadap tiap-tiap lekuk tubuhnya. Kuremas punggungnya, rambutnya, dulu Tanganku sejak mulai menyusup dari celah cup
beha masuk menyentuh serentak & membelai mesra buah dadanya.
Jariku mencari-cari puting payudaranya. Putingnya terasa kecil tapi tegang mencuat. Kuelus?elus dengan jari sambil sesekali kupilin pelan. Lenguhan Yuyun makin
keras. Kualihkan serangan bibir & lidahku ke lehernya yang halus.
“Oouhhhh..”, erang Yuyun.

Baca Juga: Tergoda Body Semok Mbak Nurul

Yuyunpun sejak mulai mengerang kenikmatan. Kuremas susunya yang tetap keras & kenyal dulu ku mencoba melepaskan satu.. dua.. tiga kancing bajunya. Waktu Ini
buah dadanya telah terbuka. Dadanya demikian putih & indah sekali, terbungkus beha ukuran 32 B warna krem berenda menutupi buah dada yang tdk demikian akbar.
Achh.. Saya hingga menelan ludah menonton keindahan bukit yang ranum itu. Kutatap sejenak wajah Yuyun yang kelihatan merona merah menahan nafsu, kembali
mulutku mengecupi leher & belakang telinga, sementara tanganku telah menyusup kebalik beha meremasi & membelai mesra dengan cara segera bukit dada yang
telah mengembang tegang. Jariku memilin putingnya yang kecil.
“Oouuhh..”, Yuyun melenguh sambil menggelinjang.
Tanganku tetap main-main di bukit dadanya sebelah kanan setelah itu berpindah ke dada kiri. Mulutku bergerak menyusuri leher, dengan jilatan panas & basah tetap
menuju bawah. Kubelai & kukecup buah dadanya dari atas behanya oh.. demikian halus sekali kulitnya. Kuremas buah dada itu dari balik behanya.
“Ouggh..”, desisnya nikmat membuatku makin bernafsu saja.
Sementara tanganku ke luar dari dalam cup beha menyelinap & mengelus-elus punggungnya yang halus. Kubuka kaitan behanya di punggung, lepas telah.
Kupandangi wajahnya, matanya terpejam. Terpampang lah keindahan yang sesungguhnya & memang lah elok.

Wow.. buah dadanya demikian putih, mulus, kencang, dihiasi puting mungil kecil berwarna kemerahan di ke-2 ujungnya. Meskipun memang lah tdk terlampaui akbar,
bahkan condong mungil tetapi terlihat teramat kenyal sekali bagai buah apel belia.
Tp justru itulah keindahannya. Buah dada yang tdk akbar tetapi kencang seperti yang biasanya dipunyai perawan chinese, sungguh mendatangkan magnet bagai sihir
yang amat sangat gemilang & tidak sempat habis.
Perutnya rata, putih halus tidak dengan noda dihiasi bersama pusar yang indah. Mulutku serta-merta mendarat di perut, lidahku menjilati pusarnya, bergerak tetap ke
atas dengan jilatan hangat menyusuri perut menuju dada kirinya. Sesampai di dada tdk cepat menuju pusat tp mengitari lereng bukit dadanya dengan jilatan basah.
dulu dengan lembut ku kecup susu itu dengan cara melingkar di tiap-tiap sisinya.
“Acchhhhh..ougghhhh.. Mas..”, Yuyun kembali mengerang.
Puas menyusuri lereng dadanya mulutku menuju puncak dadanya, lidahku menjilati putingnya bersama mesra. Selanjutnya mulutku pula serta-merta mengulum buah
dada tersebut. Buah dada kiri itu cepat hilang dalam mulutku.
Mulutku serta-merta menyedot kuat sambil lidahku mengais-ngais putingnya. Di bawah, jariku telah masuk ke dalam kemaluannya. Kugerakan maju mundur perlahan,
terasa lubang itu makin basah. Tidak Dengan disadari tangan Yuyun serta mulai sejak bergerilya laksanakan remasan terhadap selakanganku sampai menciptakan
k0ntolku mulai sejak berdiri.
“Aduhhhh.. ooohhhh.. sstttttt..”, Yuyun makin mengerang.
Kembali kulumat & kuremas habis buah dadanya yang wowww.. demikian kenyal & nikmat, sesudah puas kuturunkan ciumanku ke perutnya kusapu tiap-tiap jengkal
halus kulitnya bersama juluran lidahku. Tanganku juga tidak mogok mengusap & meremas tiap-tiap lekuk tubuhnya dulu dengan tentu kuremas selakangannya.
“Ehmm..”, Yuyun menggelinjang mesra.
Kubuka resulting celananya & sedikit kutarik kebawah.. dulu tanganku pula sejak mulai merayap membelai selakangannya yang tetap tertutup CD warna krem jg
“Aahh.. sstt.. acchh..”, Yuyun tetap mendesis terhenti menerima tiap-tiap rangsangan dariku.
Sementara itu tanganku telah menyusup ke dibalik CDnya sambil tanganku mengelus-elus. Tanganku juga menyentuh bulu-bulu halus jembutnya yang tdk terlampaui
lebat.
Tetap bergerak ke bawah menuju pusat lubang nonoknya. Terlihat Cdnya telah sejak mulai lembab basah. Jariku menggesek-gesek sesekali menekan & meremas di
mulut kewanitaannya.
“Ach.. mhh.. Mas”, Yuyun mendesah.
Langsung saja kukecup bibirnya supaya desahannya tdk terlampaui keras & mengganggu penonton lain. Di bawah, tanganku terus menggesek-gesek mulut
kemaluannya sambil jari-jariku mulai sejak membelai & sesekali menusuk menerobos ke dalam lubang nonoknya maka jadi makin basah.
“Oohh.. Mas..”, Yuyun kembali mendesah.
Tubuhnya menggeliat perlahan, terlonjak dengan pantatnya terangkat naik menhan geli & nikmat lantaran takut menganggu penonton lain. Saya makin bersemangat
menyedot-nyedot buah dadanya & jariku tetap makin serta-merta bergerak ke luar masuk di lubang nonoknya sambil ku gesek jg klitorisnya.
Ada kurang lebih 5 menit saya mempermainkan buah dada & lubang kemaluannya.

Sampai tidak lama setelah itu tiba-tiba tubuhnya menegang dibarengi dengan erangan tertunda. Kakinya kaku, lurus mengarah ke bawah. Pangkal pahanya menjepit
tanganku. Badan Yuyun mengejang sekian banyak disaat.
Kurasakan ada falsafah cairan putih, kental & hangat yang meleleh mengalir dari lubang nonoknya dengan derasnya.
“Achh.. saya.. saya.. ke luar.. sayang..”, desisnya terhambat saat orgasme.
Yuyun tergolek lemas dengan mata terpejam. Kukeluarkan tanganku dari dalam celananya yang basah. Dulu kupeluk & kukecup mesra Yuyun, kucium jariku yang
blebotan cairan putih kental yang tadi ke luar dari nonok Yuyun setalah laksanakan tugasnya. Ohh.. harum sekali bau cairan nonoknya itu!
Sesudah sekian banyak dikala istirahat, kurasakan tangan Yuyun mulai sejak menjalar lagi membelai mesra dadaku dulu Yuyun mencium & mengulum bibirku pun
tangannya yang mulai sejak meraba-raba k0ntolku & diusap-usapnya di dalam.
Setelah Itu Yuyun sejak mulai terhubung resulting celanaku.. & dikeluarkannya k0ntolku dari sarangnya yang telah keras & berdiri tegak bagai rudal scud AS. Dibelai &
dikocoknya dengan mesra k0ntolku.
“Oochh..” desisku macet.
Terasa bergetar semua syarafku, ngilu, geli bercampur nikmat waktu ini kurasakan dari belaiannya terhadap k0ntolku. Yuyun tetap mengocok & mengurut-urut k0ntolku
menciptakan k0ntolku semakin tegak berdiri dulu kulihat mukanya di turunkan ke arah selakanganku.. tidak lama setelah itu.. auchh.. terasa lidahnya bersama lembut
mengusap helm k0ntolku
“mmmppphhhhh..” kembali saya mendesah.
Rasanya bener-bener susah dibayangkan dulu tidak dengan sadar ku tekan kepalanya supaya lebih dalam lagi ke selakanganku sampai hasilnya k0ntolku bener-bener
masuk ke dalam mulutnya. Yuyun juga sejak mulai menyedot, menghisap & menjilati k0ntolku di dalam mulutnya
“Ooh.. yesssss.. ochhhhh..”, Saya menahan nikmat.
Saya blingsatan dibuatnya tetapi saya tetap berkukuh biar tdk teriak & terlampaui tidak sedikit gerak, takut dipandang penonton lain.
Ahh.. bener-bener hebat & nikmat apa yang dilakukan Yuyun.. tangannya juga tidak tinggal diam, ikut mengurut batang k0ntolku.. Lama-lama akupun tidak tahan,
diiringi desis nikmat dari mulutku keluarlah spermaku dalam mulutnya
“Sstttt.. aahhhh.. oohhhh.. Yun.. saya.. ke luar.. oohh.. nikmat Yun.. oohh..” seruku.
Yuyunpun tetap menjilati & menelan habis seluruhnya spermaku. Dulu kuangkat mukanya & kucium bibirnya yang masihlah ada sedikit spermaku, kukulum lidahnya,
kuremas buah dadanya.. bersama nikmat.. dulu ku ucapkan, “Terima kasih Yuyun.. terimakasih sayang”!
Yuyun tersenyum & kembali mengecupku.. mesra. Saya & Yuyun pula langsung merapikan baju kerana film dapat serentak habis.
Benar saja.. baru saja kami selesai & merapikan baju, lampu menyala jelas benderang.. aahh untung.. udah selesai..! Andaikan tadi lagi tanggung tidak mampu
dibayangkan.. betapa malunya kami.
Dulu kamipun pulang bersama perasaan suka & bahagia lebih-lebih saya hingga pulangpun saya tetap kerkenang histori tadi.

Related Post