cerita mesum

Gelombang Birahi 2

Akhirnya Nana mengeluh dan menggeram bagaikan singa saat merasakan sesuatu akan meledak dalam dirinya, kontolnya ia tekan sampai dalam ke lubang memek Esih, serangannya makin gencar sehingga Esih berkelojotan dan merintih, kemudian cret..cret. spermanya muncrat di dalam liang memek Esih yang tanpa sadar Esih mendorong pantatnya kebelakang mengikuti tekanan kontol Nana yang sedang memuncratkan spermanya, hal ini memberikan sensasi yang dahsyat kepada Esih sehingga Esih mendapatkan orgasme yang kedua.

Setelah itu Nana mencabut kontolnya dan disuruhnya Esih untuk menjilati kontolnya hingga bersih, barulah Nana puas dan memakai celananya. Esih hanya dapat bersimpuh dilantai dengan menyandarkan kepala dan lengannya di kursi, wajahnya tampak merah jambu berkeringat dan hatinya berkecamuk antara kepuasan yang sensional ini dengan rasa sesal bercampur benci dengan pria yang baru saja memberikan kenikmatan tiada tara. Nana mendekati dan berjongkok lalu berkata “ sudahlah Esih..toh suami kamu mengijinkan aqu untuk meniduri kamu dan yang meyebabkan aqu menjadi tergila gila dengan apem kamu..”

Setelah itu Esih berpakaian kembali dan meneruskan aktifitasnya di dapur yang sempat tertunda oleh pergumulan itu. Pertempuran antara Esih dan Nana telah usai barulah Aang masuk kerumah melalui pintu depan dan mencoba pura pura tidak mengetahui kejadian yang baru saja terjadi meski dengan hati yang gundah dan nestapa.

Kini Esih telah menjadi budak sex Nana dan Esih mau tidak mau menuruti apa yang dikehendaki Nana. Sejak diperkosa di dapur beberapa bulan yang lalu. Setiap Nana berlibur, selalu kembali melampiaskan nafsunya baik dalam sex kilat, oral sex maupun persenggamaan yang dahsyat. Lama lama Esih mulai menikmati keindahan yang ditawarkan oleh Nana meskipun adanya perasaan malu dan rasa bersalah pada suaminya Aang.

Baca Juga: Cewek Jilbab Yang Haus Seks

Saat Aang sedang pergi ke Kota Bandung untuk bertemu dengan kerabatnya, Aang pergi tanpa Esih, istrinya karena di rumah Aang ada adiknya Esih sedang menginap. Nana yang sedang berlibur, sore hari mendatangi rumah Aang untuk melampiaskan hasrat yang menggebu dan melihat seorang gadis sehabis mandi yang badan hanya dibalut handuk keluar dari kamar mandi. “

“ehm..cantik, montok dan mulus sekali kulitnya..” ucap Nana dalam hati. Nana langsung duduk diberanda depan rumah lalu meminta Esih untuk dibikinkan kopi buatnya tapi yang mengantarkannya adiknya Esih yang berumur 18 tahun yang bernama Euis. “

“ehem..aqu harus dapat menikmati tubuhnya neh..” ujar Nana dalam hati saat melihat bongkahan bukit kembar milik Euis saat menaruh minuman kopi di atas meja karena Euis menggunakan kaos yang agak longgar sehingga saat menunduk terlihat belahan yang mulus, montok dan sekal. Akalnya Nana mendapatkan ide bagaimana caranya agar tubuh sekal dan padat itu dapat dinikmati. “ Euis…tolong panggilkan teteh kamu..” ujar Nana.

Sesaat kemudian Esih menemui Nana di beranda depan rumah “ Ada apa Na..” Tanya Esih sambil mendekati Nana, setelah mendekat dan duduk disamping Nana. “ Aqu ingin meniduri adik kamu Es … dan kalau kamu tidak mendukung aqu, akan ku sebarkan perbuatan suamimu yang lemah itu keseluruh kampung ” ucap Nana datar tanpa beban.

Bagaikan tersambar petir Esih mendengarnya dan hanya dapat menundukan kepala sambil memainkan jemari tangannya, ada rasa sesal, malu dan marah tapi tidak kuasa menolak karena Aang adalah segalanya baginya meski tidak dapat memenuhi kebutuhan biologisnya. “ Ehem..diamnya kamu artinya setuju..sekarang dengarkan…” Nana menjelaskan scenario yang akan dilaksanakan nanti malam.

Saat Esih dan Euis berada ditempat tidur, tiba tiba pintu kamar dibuka dan dilihatnya Nana sambil menenteng Hp Nokia 3250 miliknya, dan memberikan kepada Euis. Terbelalak mata Euis saat melihat foto tubuh Esih yang telanjang bulat tanpa sehelai kain ada di Hp itu. “ Euis..kamu harus mau tidur dengan aqu.. atau foto itu akan kusebarkan di kampung ini..” ancam Nana.

Euis tak dapat berkata kata, “ jangan Nana..biar aqu saja “ kata Esih sambil bangkit dari tempat tidur dan mendekati Nana. Nana mengambil bangku yang ada dikamar itu dan mendaratkan pantatnya dikursi. Sambil duduk Nana melebarkan pahanya dan disuruhnya Esih berlutut.

Ayo cepat..” ujar Nana sambil menunjukan dengan mata kearah bawah. Esih tahu apa yang diinginkan Nana, Esihpun mulai membuka risleting celana Nana dan menurunkan celana dalam di baliknya sehingga tersembullah kontol yang sudah tegang itu bagaikan tugu monas berdiri tegak.

“Ya..Tuhan..teteh..kenapa !? “ Euis terperangah sambil menbekap mulutnya sendiri melihat Tetehnya mengoral kontol Nana, tangannya yang lentik sesekali mengocoknya dan yang lebih gilanya lagi, Euis melihat Tetehnya begitu menikmatinya, padahal dirinya sudah merinding melihat kontol hitam yang besar tersunat.

“aah..enaknya…, lihat sendiri Euis, tetehmu ketagihan sama kontl saya..” sambil mengelus rambut Esih dan menekan kepalanya agar terus mengulum. “ Bagaimana Euis kamu mau atau tidak..?..apa gak kasian sama teteh kamu, bila fotonya tersebarnya..

Esih terhenyak dan berhenti mengoral Nana mendengar ucapan Nana.” Heh..Esih, suruh siapa berhenti..” ucap Nana agak keras. Setelah melihat kondisi tetehnya dan menimbang nimbang akhirnya,

“Iya..saya mau..tapi tolong jangan mempersulit tetehku..”ucap Euis menyerah. “ Ha..ha. nah begitu, namanya adik yang sayang sama tetehnya..” ucap Nana sambil melambaikan tangan menyuruh Euis mendekat.

Eusi mendekati Nana dan berhenti disampingnya, perasaannya luar bisa gundah, marah, jijik dan taqut. Namun ia penasaran dan agak terasang juga melihat Esih mengulum batang kontol Nana dengan penuh nafsu. Dalam benak Euis, tetehnya melaqukannya demi menutupi aibnya. Darahnya berdesir ketika tangan Nana meraih betisnya dan terus naik mengelusi paha mulus Euis.

Euis hanya dapat memalingkan wajahnya kesamping dengan perasaan terhina, sikap pasrah Euis membuat Nana makin menjadi jadi, tangannya makin menjalar ke atas, , meremas pantat Euis yang kencang dan padat “ woow.., biar afdol dibuka saja dasternya..” ucap Nana.

Dengan berat hati Euis membuka dasternya, setelah daster terlepas dari tubuh Euis, maka nampaklah sepasang paha jenjang Euis yang putih, halus dan mulus dengan celana warna pink menutupi memeknnya.

Lalu Nana merangkul pinggang ramping itu membawa tubuh Euis mendekat. Inci demi inci paha itu diciumi, libido Euis terbangkitkan saat merasakan sapuan lidah Nana di kulit pahanya, ditambah dengan melihat tetehnya sedang menjilati kepala kontol dan sambil memijiti buah zakar Nana. “ssh..” desah Euis ketika jari Nana menyentuh bagian tengah celana dalamnya.

Secara perlahan namun pasti, Nana menurunkan celana dalam itu hingga kelutut, matanya nanar memandangi kemaluan Euis yang masih rapat dan berbulu tipis tidak lebat. Selanjutnya Nana membenamkan wajahnya pada kemaluan Euis, dengan raqusnya menjilati memek Euis, tangan kanannya mengelusi paha dan pantat Euis, terkadang jarinya menyusup kepantatnya.

“Ahhhhaa..Aa..jangan…” Euis mendesah antara menolak dan menikmati saat lidah Nana menulusuri gundukan bukit kemaluannya. Tanpa sadar Euis agak melebarkan kakinya sehingga memberi ruang lebih luas bagi Nana untuk menjilatinya.

Tubuh Euis tergetar seperti disetrum saat lidah Nana yang hangat membelah memeknya memasuki liangnya dan menari nari di dalamnya. Dipihak lain Esih makin terangsang melihat adegan Nana dengan adiknya, sambil mejilati batang kontol Nana, ia juga meramasi payudaranya sendiri.

Euis makin tak kuasa menahan diri dengan bergerak tak karuan ketika kenikmatan menjalari seluruh tubuhnya saat lidah Nana memainkan klitorisnya. “ Aa..aahha..ssh..” desahnya dengan tubuh bergetar merasakan kenikmatan yang baru pertama kali ia rasakan.

Mmm..enak kan Euis..?” ujar Nana

udah dulu ah..sekarang giliran Esih..” ujar Nana sambil menarik badan Esih agar berdiri dan menyuruh Esih untuk melepaskan bajunya. Esihpun membuka baju, bh dan celana dalamnya hingga bugil. Nana menarik tubuh Esih yang sudah polos itu untuk duduk di paha kirinya, Nana mulai mengelusi payudaranya, putingnya ia pilin pilin, tangan yang satunya menyelusuri lekuk tubuh Esih. Dilain pihak Euis merasa kesal karena tanggung hasratnya hampir mencapai puncak dihentikan ditengah jalan ,“ Eh..kok masih diam, ayo cepat isap punya saya..” perintah Euis, tanpa ragu Euis berjongkok dan dengan tangan gemetar Euis melingkarkan telapak tangannya pada kontol Nana yang basah dan mengkilap akibat air liur Esih.

“Ayoo.. cepat ..” ucap Nana tak sabar sambil memencet payudara Esih sehingga merintih kesakitan, tidak tega melihat tetehnya, Euispun memasukan kepala kontol itu kedalam mulutnya. Nana mendesah kenikmatan saat merasakan kehangatan mulut Euis, sentuhan lidah Euis memberikan sensasi nikmat. Dengan menahan jijik Euis mulai menjilati sekujur batang kontol Nana.

Eeenggghha…aah..aahh..” terdengar desahan Esih yang payudaranya sedang diisap isap sahabat suaminya, di memek Esih, tangan Nana mengelusi serta mengocok liang kemaluan Esih. Euis melirik ke atas melihat adegan Esih dan Nana membakar nafsunya, imbasnya Euis makin gencar menyedot setengah batang kontol Nana yang besar dengan penuh nafsu, ia rasakan kontol Nana makin mengeras dan berkedut kedut di dalam mulut Euis dan menebar bau yang khas.

Memek Esih makin banyak mengeluarkan lendir akibat kocokan jari Nana, payudaranya yang sebelah kanan terus saja dijilati oleh Nana, sengaja Nana tidak menghisap ataupun mengigit untuk mempermainkan nafsu Esih, dan benar saja Esih makin mendesah dan mengerang tak karuan dibuatnya.

Rasa jijik yang tadinya ada, perlahan lahan hilang, Euis mulai menikmati oral sex pertamanya, dimaju mundurkan kepalanya seperti yang pernah ia lihat saat tetehnya mengoral kontol Nana, lidahnya menjilat memutar kepala kontolnya, akibatnya Nana keenakan dan mengerang ngerang “Uaahha..terus Euis..enaak !!” erang Nana, mendengar erangan Nana, Euis merasa terpuji dan dampak ia makin nafsu dan bersemangat mengoral kontol Nana.

Tak lama kemudian, dengan tangan kiri Nana tetap menggerayangi payudara Esih, tangan kanannya menekan kepala Euis dan menahannya, mata Euis terbelalak dan gelagapan karena mulutnya penuh sesak dengan kontol, yang membuatnya kaget saat dirasakan cairan kental hangat memenuhi mulutnya, Euis meronta hendak melepaskan diri namun kekuatannya tidak cukup untuk itu.

Selama beberapa detik sperma Nana menyemprot rongga mulut Euis, lalu Nana menarik lepas kontol, sisa semprotan itu mengenai wajah Euis.

Euis langsung terbatuk batuk begitu kontol Nana lepas dari mulutnya karena sempat tersedak dan baru pertama kali Euis mengalaminya. Aroma sperma yang khas menusuk hidungnya membuat Euis jijik dan ingin muntah.

Ayo Esih..bantuin adik kamu bersihin mani saya..eit jangan pake tangan..” perintah Nana, mau gak mau Esih menuruti kemauan Nana, Esih pun berlutut disamping Euis dan memegangi pundaknya. “ Maafkan teteh..” ucapnya diiringi dengan menjilati sperma Nana yang tumpah di wajah Euis. Nana benar benar telah mengusai keduanya kakak dan adik, segaris senyum puas nampak pada wajahnya.

Nana bangkit dan melepaskan bajunya, terlihat badanya yang tegap dan dada yang bidang. “ ayo..gadis gadis ku…., bersihin yang disini,.” Ucap Nana sambil menyodorkan kontolnya yang masih basah itu, Nana merasakan sapuan lidah kedua wanita cantik itu pada kontolnya, mereka berbagi mengoral kontol itu, ada yang memasukan kemulut, ada yang menjilati buah zakarnya.

Hanya sebentar Nana memberikan kontolnya untuk dioral. Nana menarik lengan Euis dan dibaringkan dipinggir tempat tidur, kedua kaki Euis terjuntai menyentuh lantai, lalu mengganjal pantat Euis dengan bantal maka tampaklah bukit kemaluan Euis yang agak terbuka sedikit. Diangkatnya kedua kaki Euis dan ditekuknya lalu menempelkan kepala kontolnya dibibir memek Euis.

Euis merasakan benda tumpul yang hangat menyentuh bibir memeknya, artinya ia akan kehilangan keperawanannya, agak tegang Euis saat kepala kontol mulai masuk membelah bibir memeknya secara perlahan lahan, erangan Euis mengiringi terbenamnya seluruh batang kontol Nana dikarenakan Nana mendorong keras kontolnya hingga mentok. “aaakhkkk..aahkk…” mata Euis terbelalak, sakit sekali rasanya karena baru pertama kali Euis merasakan benda tumpul dalam memeknya.

Karena otot otot memek Euis tegang dan ditambah lagi masih perawan, Nana melenguh panjang saat merasakan kontolnya terjepit kencang sekali oleh dinding memek Euis.

Nana mendiamkan kontolnya didalam selama beberapa menit untuk menikmati himpitan memek Euis, kesempatan ini dimanfaatkan oleh Euis untuk beradaptasi dengan benda tumpul yang menancap dengan kerasnya di liang memeknnya.

M33mek kakak adik sama sama enaknya…” ujar Nana.

Euis merasakan kontol Nana sungguh sangat menyesakkan tapi kontol ini akan menuntaskan hasratnya yang tertunda tadi. Dengan perlahan Nana mulai menarik mendorong kontolnya ke dalam liang memek Esih, lama kelamaan kontol Nana mulai lancar menggenjot memek Euis dikarena dibantu dengan cairan kewanitaan Euis.

Euispun tidak menahan diri lagi untuk menikmati hujaman kontol Nana walau diringi dengan rasa perih, Nana juga mulai meremasi payudara Euis yang bergoyang goyang mengikuti dorongan Nana ketika menghujam memeknya, putingnya dimain main sehingga nafsu Euis makin meningkat dengan ditandai makin basahnya memek Euis.

Di pihak lain, Esih yang berdiri mulai membelai belai memeknya melihat adik kandungnya diperkosa di depan matanya, walau di dalam hatinya berkecamuk berbagai perasaan karena tidak berdaya menolong adiknya bahkan ia turut menjebaknya, tapi di sisi lain ia sangat terangsang saat melihat kontol yang sering menusuk memeknya, keluar masuk liang memek Euis, adiknya yang masih perawan itu.

Saat itu Euis melebarkan pahanya seiring dengan sodokan Nana yang semakin ganas agar tidak terlalu perih, selain itu Euis mulai mengimbangi irama goyangan Nana dengan menggerakan pinggulnya, tak beberapa lama kemudian Nana membalikkan badan Euis agar menungging tanpa melepas batang kontolnya. Gerakan maju mundur Nana menyebabkan badan Euis ikut bergerak gerak mengikuti gerakan Nana.

Karena didorong birahi yang tinggi Esih menaiki tempat tidur dan menghadap kewajah Euis. “ Euis tolongin teteh..tolong jilatin.!!! “ ucap Esih sambil mengangkang dan melebarkan bibir memeknnya, Euis mendekatkan wajah keselangkangan tetehnya dikarenakan otaknya sudah tertutup oleh birahi. Lidahnya mulai menyapu bibir memek yang merah merekah sehingga tetehnya mendesah “

“ssshh..ahh..”. “sshha..ahgh,,yaaa…diii….siiitu…terusin..akh..assh..” desis Esih saat lidah Euis menemukan klitoris tetehnya. Esih merabai dan memilin putingnya sendiri. Tak lama kemudian Esihpun orgasme dari memeknya meleleh cairan bening, Euis merasakan keanehan saat menjilati cairan kewanitaan karena baru pertama kali ia merasakannya.

Euis yang mendapatkan serangan terus menerus dari Nana, mulai merasakan adanya kontraksi di otot otot memeknya dan cairan yang keluar dari lubang memeknya makin banyak, akhirnya tubuhnya mengejang bersamaan dengan erangan panjang, cairan kewanitaannya meleleh dari memeknya membasahi paha dalamnya, cairan itu agak kemerahan karena bercampur dengan darah keperawanannya.

Related Post